Perbedaan Dalam Kunjungan Raja Salman 2017 Dengan Raja Faisal 1970

Seperti yang diketahui Raja Salman yang tersohor dari Arab Saudi mengunjungi Indonesia untuk penandatanganan perjanjian dan sebelumnya Raja Faisal juga pernah berkunjung.

Sejak tanggal 01 Maret kemarin, masyarakat Indonesia kedatangan seorang tokoh penting sekaligus raja dari Arab Saudi bernama Raja Salman bin Abdulaziz al Saud dan ini menjadi topik hangat terkini bahkan mengalahkan berbagai macam berita penting lainnya termasuk juga pilkada putaran kedua. Antusiasme masyarakat selalu terlihat sejak kemarin hingga saat ini dan ini berbeda dengan kunjungan raja arab sebelumnya, Raja Faisal.

Perbedaan Kunjungan Raja Salman Dengan Raja Faisal

Sejak kunjungan di hari pertama kemarin, masayrakat secara langsung turun ke jalan bahkan kini mencoba antri untuk masuk menuju masjid Istiqlal guna melihat lebih dekat sosok orang nomor satu di Arab Saudi, Raja Salman. Sang Raja mendarat dengan sempurna di bandara Halim Perdanakusuma Jakarta sekitar pukul 12.28 WIB. Presiden RI Joko Widodo atau Pak Jokowi sendiri yang langsung menyambutnya untuk menandatangani sejumlah perjanjianĀ judi online sekaligus juga memperat hubungan baik mengingat Indonesia juga merupakan salah satu negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia. Tetapi tak banyak yang tahu jika dahulu pernah ada raja Arab berkunjung.

Sekitar 47 tahun yang lalu ketika Indonesia masih dipimpin oleh Presiden Soeharto, raja Arab Saudi yaitu Raja Faisal bin Abdulazaz al Saud juga mengunjungi negara ini tepatnya pada tanggal 10 Juni 1970. Terlepas dari Euforia masyarakat sekarang yang menyambut dengan sangat baik Salman bin Abdulaziz al Saud, ketika itu tidak ada acara penyambutan yang istimewa dan meriah bahkan terdapat banyak sekali perbedaan yang mencolok antara kedatangan raja kala itu dengan sekarang. Pertama, dahulu kunjungan raja arab dimulai pada tanggal 10-13 Juni 1970 sehingga hanya sekitar 3 hari di Indonesia namun sekarang kunjungan raja arab mencapai 9 hari dari 01-09 Maret 2017 nanti.

Namun bukan hanya itu saja perbedaan dari kunjungan kedua raja termahsyur di Arab ini sebab baik dalam jumlah rombongan maupun perjanjiannya pun berbeda. Di tahun 1970 silam, terdapat sekitar 58 orang yang ikut rombongan kunjungan raja arab ke Indonesia dan itu sudah termasuk ke dalam juru masak, wartawan, pengaawal kerajaan dan juga staf kerajaan. Kunjungan di bulan Maret ini, rombongan yang ikut dari arab ke Indonesia mencapai 1500 orang dan itu sudah termasuk seperti yang disebutkan tadi beserta dengan 10 orang menteri dan sekitar 25 pangeran kerajaan. Untuk itulah dahulu hanya satu pesawat saja yang digunakan sementara sekarang ada sekitar 7 pesawat.

Perbedaan Kerja Sama Raja Salman Kini Dengan Raja Faisal Dahulu

Terlepas dari data statistik mengenai jumlah orang dan staf kerajaan yang berkunjung, masih ada perbedaan lainnya dimana lokasi kunjungan jaman dahulu dan sekarang pun berbeda. Dikarenakan kunjungan raja Arab terdahulu hanya tiga hari, maka Istana Merdeka menjadi lokasi utama. Sekarang lokasi kunjungannya beragam mulai dari Istana Bogor, Masjid Istiqlal yang baru saja tadi siang dikunjungi untuk shiolat bersama, gedung DPR dan juga Bali menjadi destinasi terakhir dari Raja Arab sebelum beliau bertolak kembali menuju Arab Saudi. Untuk kerja sama dan hal penting yang dibicarakan sekarang dengan dahulu juga berbeda dan tidak saling berkaitan satu dengan lainnya.

Ketika masih dipimpin oleh Pak Harto, pembicaraan yang dilakukan kedua pemimpin ini di tahun 1970 adalah menjalin hubungan kerja sama dengan baik dari kedua negara ini, krisis Timur Tengah yang saat itu menjadi topik utama dan juga peningkatan kerja sama ekonomi. Sementara pembicaraan kini berkaitan seputar pertukaran ulama, hal-hal yang berkaitan dengan haji seperti penambahan kuota yang diberangkatkan haji dan juga kerja sama dalam proyek investasi.

Inilah perbedaan kunjungan dari Raja Faisal di tahun 1970 silam dimana Pak Harto masih menjabat sebagai Presiden kala itu dengan Raja Salman di tahun 2017 ini bersama Pak Jokowi.