Upaya Jessica Wongso Melawan Vonis Penjara 20 Tahun

gagal dipengadilan negeri laku banding ditingkat pengadilan tinggi kini Jessica Wongso kembali naik kasasi ketinggkat Mahkamah Agung.

Jessica Kumala Wongso dikenal oleh publik setelah salah satu temannya yang bernama Wayan Mirna Salihin meninggal setelah menyeruput es coffe Vietnam yang dipesannya disebuah caffe di Jakarta Pusat. Jessica diketahui telah memesan dan sekaligus membayar kopi yang diminum Mirna sebelum Mirna Datang ke caffe tersebut.

Jessica menjadi tersangka tunggal atas kematian sahabatnya yang sama-sama kuliah di Billy Blue College tersebut, Jessica diduga membunuh Mirna dengan Motif sakit hati ditegur Mirna karena masalah laki-laki yang Jessica cintai. Mirna tewas setelah menyeruput kopi yang sudah dipesan oleh Jessica untuknya. Setelah menyeruput Mirna langsung kejang-kejang dan dibawa keklinik terdekat dan langsung dilarikan kerumah sakit, setelah divisum darah Mirna terdapat kandungan zat sianida yang merupakan racun yang mematikan dan susah dicari.

Dihari pemakaman Mirna, Jessica tidak tampak hadir sebagai seorang sahabat yang seharusnya turut berduka atas kepergian sahabatnya apalagi kepergiannya disebabkan oleh kopi yang dia pesan, beberapa hal tersebutlah membuat pihak kepolisian mencurigai Jessica dan melakukan pemanggilan terhadap Jessica sampai pada akhirnya Jessica dijadikan tersangka.

Setelah melewati prosesĀ togel jitu persidangan yang panjang dan diwarnai berbagai kejadian akhirnya vonis Jessica dijatuhkan, Jessica di vonis bersalah dan Jessica diduga kuat memasukan racun sianida di kopi Mirna karena memiliki waktu yang lama bersama kopi tersebut dan Jessica divonis 20 tahun kurungan penjara. Tidak terima dengan putusan pengadilan negeri tersebut Jessica dan tim kuasa hukumnya melakukan banding di tingkat pengadilan tinggi.

Kasus kopi bersianida Jessica Kumala Wongso ditolak oleh Pengadilan Tinggi

Upaya pihak Jessica dan tim kuasa hukumnya untuk mencari keadilan ditingkat pengadilan tinggi dengan cara bandingpun nampaknya tidak berhasil, karena kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin yang menjerat Jessica Kumala Wongso telah ditolak oleh pengadilan tinggi. Permohonan tersebut telah diputuskan majelis hakim banding, selasa 7/3/2017.

Menguatkan pada keputusan PN Jakpus nomor 777/2017/PN Jakarta Pusat, mengenai kasus pembunuhan berencana. Majelis hakim banding terdiri dari Sri Anggarwati, Elang Prakoso Wibowo serta Pramodana KK Atmadja juga menetapkan agar terdakwa Jessica Wongso untuk tetap berada ditahanan.

Polda Metro Jaya juga bereaksi terhadap putusan banding yang dilakukan oleh Jessica dan tim kuasa hukumnya. Putusan dari pengadilan tinggi menunjukkan bahwa apa yang telah dilakukan oleh pihak penyidik tidak salah. (kombes Raden Prabowo Argo Yuwono).

Reaksi Dari Tim Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso

Otto Hasibuan ketua dari tim kuasa hukum Jessica Wongso mengaku kecewa terhadap putusan banding yang telah diputuskan oleh pengadilan tinggi terhadap kasus kliennya. Meskipun kecewa namun Otto Hasibuan mengaku dirinya tidak kaget terhadap penolakan kasus Jessica Wongso tersebut karena sudah diprediksi. Karena menurut Otto, tim kuasa hukum Jessica tidak berharap lebih kepada pengadilan tinggi. Karena tidak lepas dari pengalaman dirinya yang menangani bebapa kasus perkara yang selalu ditolak di tingkat banding.

Namun menurut Otto upaya hukum harus dicoba agar dapat menemukan kebenaran. Setelah kasus Jessica ditolak oleh pengadilan tinggi kini pihak tim kuasa hukum menaruh harapan besar di tingkat Mahkamah Agung dengan mengajukan kasasi. Senada dengan Hidayat Bostam kuasa hukum Jessica yang lain, memastikan bahwa pihaknya tidak akan berhenti ditingkat banding dipengadilan tinggi, tapi akan mengajukan upaya kasasi ke MA.

Nampaknya penantian Jessica untuk bisa keluar dari vonis hukum 20 tahun penjara akan kembali berlanjut ketingkat MA, dengan hal tersebut Jessica belum mengetahui nasibnya kedepan. Akankah bisa terlepas dari vonis 20 tahun atau bebas