Pangeran Arab yang Mempunyai Hobi “Nyeleneh”

Mungkin Raja Salman bin Abdulazziz al Saud merupakan pusat perhatian utama dari masyarakat Indonesia namun yang mencuri perhatian mereka adalah pangeran dan putrinya.

Saat ini raja Salman bin Abdulazziz al Saud dari Arab Saudi sedang berkunjung di Indonesia dengan membawa rombongan yang besar termasuk dengan keluarga kerajaannya langsung seperti pangeran Arab dan putri. Semua orang di dunia pun tahu jika kerajaan di Timur Tengah ini memang hidup bergelimangan harta abhakn sejak lahir. Sebagian dari pangerannya pun mempunyai hobi yang sedikit “nyeleneh” untuk anggota kerajaan.

Pangeran Arab Dengan Hobi Unik

Selain raja Salman bin Abdulazziz al Saud yang menjadi pusat perhatian seluruh bangsa Indonesia di dalam lawatannya ke Indonesia, keluarga kerajaan yang juga turut mencuri perhatian bangsa Indonesia utamanya para wanita yang senang melihat paras tampan menawan dari para anggota keluarga kerajaan ini. Namun sebagian dari pangeran arab yang dibawa oleh Raja Salman ini ternyata memiliki hobi yang terbilang unik dan terbilang aneh. Salah satunya adalah Sheikh Hamad bin Hamdan Al Nahyan yang memiliki hobi mengumpulkan mobil dengan berbagai macam rupa dan warna. Pangeran Sheikh ini juga bukan terbilang orang baru untuk pecinta mobil dan Mercedes Benz.

Seperti yang dikutip dari Jalopnik, pangeran yang memiliki julukan sbobet sebagai Sheikh Pelangi ini memang tergila-gila dengan mobil bermerk Mercedez Benz bahkan dirinya mengumpulkan mobil ini seperti pelangi. Demikian juga dengan berbagai koleksi kendaraan yang klasik seperti truk dan jip Willy’s ada di berbagai warna serta ukuran. Seperti yang dilansir oleh therichest.com, jumlah mobil yang dimilikinya sekitar 400 buah termasuk juga truk yang disimpan khusus di dalam Enam atau Emirates National Auto Museum yang berjarak sekitar 45 menit dari Abu Dhabi. Museum ini juga dibuka secara umum. Selain itu, Sheikh Sultan bin Tahnoun al Nahyan juga punya hobi yang aneh.

Pangeran ini diberitakan pernah menyumbangkan seelor falkon yang berasal dari kutub utara yang langka sebagai sebuah hadiah simbolik kepada Duke of York di Inggris pada saat International Festival of Falcony di Berkshire pada tahun 2009. Memang benar pangeran yang satu ini gemar sekali untuk berburu dengan menggunakan elang. Akan tetapi, hobinya tersebut ternyata tidak selalu mendapatkan kekaguman sebab ia juga pernah mendapatkan kecaman meskipun pemeliharaan elang ini sudah sering dilakukan selama 36 tahun di wilayah kawasan Teluk Persia. Selain itu sering terjadi pencurian telur serta anak falcon langsung dari sarang sehingg populasi burung berkurang.

Hobi “Nyeleneh” Pangeran Arab

Kemudian Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid al Maktoum yang berasal dari Dubai juga memiliki hobi yang aneh dan terbilang tidak bisa ditiru oleh orang lainnya di dunia apalagi orang biasa. Seperti yang dilansir oleh Business Insider, dirinya memiliki hobi untuk memiliki jet punggung yang digunakan hanya untuk keperluan pribadinya. Menurut dari orang yang membuatnya, perangkat seperti itu memang terdengar sangat gila namun setelah sekitar 9 tahun pengembangannya, maka mereka berhasil untuk membuat sebuah mesin terbang yang unik. JetLev yang dimiliki bisa terbang sesuai dengan berat dari pilot bahkan yang standar sekaligus dapat mencapai ketinggian 10 meter.

Kecepatan maksimum yang ditawarkan adalah 47 kilometer per jamnya dan bisa terbang mulai dari dua hingga tiga jam. Pangeran Fahd bin Sultan bin Abdul Aziz Al Saud juga memiliki kegemaran untuk berburu burung bernama boubara bustard tetapi di negari orang yaitu Pakistan bahkan seringkali ia datang mengunjungi Dalbandin, Pakistan dengan menggunakan pesawat khususnya hanya untuk berburu burung saja dan seperti yang dilansir oleh Dawn di bukan Januari silam, Kementrian Luar Negeri sudah membuat ijin resmi untuk sebagian tokoh Arab yang ingin berburu.

Mungkin melihat hobi dari beberapa pangeran arab ini membuat Anda berpikir bagaimana cara untuk menjadi seperti mereka yang selalu bergelimangan harta dan hidup dalam kemewahan.

Stasiun Dukuh Sebagai Titik Temu Berbagai Moda Transportasi

Proyek fase pertama MRT di ibukota sedang membangun Stasiun Dukuh yang nantinya menjadi pusat pertemuan beragam transportasi secara terintegrasi.

Hingga saat ini PT MRT Jakarta terus bekerja keras demi menggenjot pembangunan proyek MRT atau Mass Rapid Transit bagian yang pertama yaitu Lebak Bulus – Bundaran HI dengan membangun stasiun. Diprediksi salah satu stasiun MRT yang nantinya akan menampung penumpang paling banyak adalah Stasiun Dukuh Atas. Dengan demikian stasiun tersebut dirancang sebagai lokasi transit tak hanya untuk moda transportasi MRT tetapi juga KAI Commuter Jabodetabek, Transjakarta, dan LRT. Dengan demikian masyarakat bisa semakin terbantu dengan transportasi umum yang terintegrasi. Berikutnya kawasan Sudirman akan dirancang untuk lebih ramah bagi pejalan kaki serta penderita difabel dengan cara membuat pedestrian menjadi lebih lebar sehingga akses masuk MRT Jakarta lebih mudah. Selain itu akan tersedia pula alternatif tangga, elevator, dan escalator. Nantinya seluruh stasiun MRT yang jumlahnya 13 titik akan dilengkapi fasilitas umum serta komersil.

Proyek pengadaan MRT di Ibukota

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa judi bola pada fase yang pertama jalur MRT rute Lebak Bulus – Bundaran HI ini panjangnya mencapai 16 km dan diharapkan dapat melayani transportasi umum untuk 173.400 penumpang dengan jumlah kereta yang mencapai 16 buah terdiri dari 14 kereta operasi dan 2 kereta cadangan. Durasi jarak tempuh pada fase yang pertama ini adalah setengah jam dengan jarak antar kereta setiap 5 menit sekali. Pada proyek fase pertama ini diharapkan sudah dapat beroperasi pada tahun  2019. Pada proyek MRT fase kedua rute meliputi Bundaran HI – Ancol Timur dengan panjang jalur mencapai 13.5 km dan akan mulai dikerjakan pada tahun 2019 serta mulai dapat dioperasikan di tahun 2021.

Kemudian pada fase ketiga rute Cikarang – Balaraja akan dibangun jalur MRT sepanjang 87 km yang akan dikerjakan tahun 2020. Pembangunan ini diharapkan dapat diselesaikan pada tahun 2024 sampai dengan 2027. Proyek MRT sendiri sudah mulai dibangun di tahun 2013 dan pada akhirnya nanti akan membentang sejauh sekitar 110 km dari barat ke timur dan utara ke selatan. Tak hanya bermanfaat untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, adanya transportasi masal ini juga akan memberikan manfaat tambahan mulai dari mengurangi kemacetan di ibukota hingga dampak lebih luasnya yaitu meningkatkan kualitas udara di kota Jakarta.

SDM untuk proyek MRT

Saat ini PT MRT Jakarta juga sudah mulai mempersiapkan sumber daya manusia yang nanti akan mengisi posisi masinis. Untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM yang dimaksud, perusahaan akan mengirim tenaga-tenaga tersebut untuk mengikuti training hingga ke negeri Sakura demi memperkuat pemahaman tentang kendali moda transportasi modern ini. Saat ini pihak perusahaan togel hongkong yang berwenang sudah melakukan perekrutan serta pelatihan SDM yang akan mengisi jabatan masinis. Tenaga-tenaga tersebut adalah mereka yang berprestasi dari Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) yang berada di bawah Kementrian Perhubungan. Untuk pelatihan di dalam negeri, para calon masinis ini dididik tentang dasar-dasar perkeretaapian terlebih dahulu.

Setelah basic-basic tersebut dikuasai secara mumpuni, SDM yang bersangkutan barulah dikirim belajar ke Jepang untuk memperdalam mekanisme control MRT. Mengapa dipilih Negara Jepang? Tentu saja karena konsultan proyek transportasi di Jakarta ini memang tenaga ahli dari Jepang. Selain Jepang, PT MRT juga berencana akan mengirim SDM masinis tersebut ke beberapa Negara lain yang juga mempunyai moda transportasi tersebut. MRT yang akan dioperasikan di tanah air akan mengadaptasi teknologi sebagaimana di Jepang dan bukan jenis MRT seperti yang diterapkan di Negara Malaysia atau India.

Nah, semoga bisa menambah wawasan Anda.