Stasiun Dukuh Sebagai Titik Temu Berbagai Moda Transportasi

Proyek fase pertama MRT di ibukota sedang membangun Stasiun Dukuh yang nantinya menjadi pusat pertemuan beragam transportasi secara terintegrasi.

Hingga saat ini PT MRT Jakarta terus bekerja keras demi menggenjot pembangunan proyek MRT atau Mass Rapid Transit bagian yang pertama yaitu Lebak Bulus – Bundaran HI dengan membangun stasiun. Diprediksi salah satu stasiun MRT yang nantinya akan menampung penumpang paling banyak adalah Stasiun Dukuh Atas. Dengan demikian stasiun tersebut dirancang sebagai lokasi transit tak hanya untuk moda transportasi MRT tetapi juga KAI Commuter Jabodetabek, Transjakarta, dan LRT. Dengan demikian masyarakat bisa semakin terbantu dengan transportasi umum yang terintegrasi. Berikutnya kawasan Sudirman akan dirancang untuk lebih ramah bagi pejalan kaki serta penderita difabel dengan cara membuat pedestrian menjadi lebih lebar sehingga akses masuk MRT Jakarta lebih mudah. Selain itu akan tersedia pula alternatif tangga, elevator, dan escalator. Nantinya seluruh stasiun MRT yang jumlahnya 13 titik akan dilengkapi fasilitas umum serta komersil.

Proyek pengadaan MRT di Ibukota

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa judi bola pada fase yang pertama jalur MRT rute Lebak Bulus – Bundaran HI ini panjangnya mencapai 16 km dan diharapkan dapat melayani transportasi umum untuk 173.400 penumpang dengan jumlah kereta yang mencapai 16 buah terdiri dari 14 kereta operasi dan 2 kereta cadangan. Durasi jarak tempuh pada fase yang pertama ini adalah setengah jam dengan jarak antar kereta setiap 5 menit sekali. Pada proyek fase pertama ini diharapkan sudah dapat beroperasi pada tahun  2019. Pada proyek MRT fase kedua rute meliputi Bundaran HI – Ancol Timur dengan panjang jalur mencapai 13.5 km dan akan mulai dikerjakan pada tahun 2019 serta mulai dapat dioperasikan di tahun 2021.

Kemudian pada fase ketiga rute Cikarang – Balaraja akan dibangun jalur MRT sepanjang 87 km yang akan dikerjakan tahun 2020. Pembangunan ini diharapkan dapat diselesaikan pada tahun 2024 sampai dengan 2027. Proyek MRT sendiri sudah mulai dibangun di tahun 2013 dan pada akhirnya nanti akan membentang sejauh sekitar 110 km dari barat ke timur dan utara ke selatan. Tak hanya bermanfaat untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, adanya transportasi masal ini juga akan memberikan manfaat tambahan mulai dari mengurangi kemacetan di ibukota hingga dampak lebih luasnya yaitu meningkatkan kualitas udara di kota Jakarta.

SDM untuk proyek MRT

Saat ini PT MRT Jakarta juga sudah mulai mempersiapkan sumber daya manusia yang nanti akan mengisi posisi masinis. Untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM yang dimaksud, perusahaan akan mengirim tenaga-tenaga tersebut untuk mengikuti training hingga ke negeri Sakura demi memperkuat pemahaman tentang kendali moda transportasi modern ini. Saat ini pihak perusahaan togel hongkong yang berwenang sudah melakukan perekrutan serta pelatihan SDM yang akan mengisi jabatan masinis. Tenaga-tenaga tersebut adalah mereka yang berprestasi dari Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) yang berada di bawah Kementrian Perhubungan. Untuk pelatihan di dalam negeri, para calon masinis ini dididik tentang dasar-dasar perkeretaapian terlebih dahulu.

Setelah basic-basic tersebut dikuasai secara mumpuni, SDM yang bersangkutan barulah dikirim belajar ke Jepang untuk memperdalam mekanisme control MRT. Mengapa dipilih Negara Jepang? Tentu saja karena konsultan proyek transportasi di Jakarta ini memang tenaga ahli dari Jepang. Selain Jepang, PT MRT juga berencana akan mengirim SDM masinis tersebut ke beberapa Negara lain yang juga mempunyai moda transportasi tersebut. MRT yang akan dioperasikan di tanah air akan mengadaptasi teknologi sebagaimana di Jepang dan bukan jenis MRT seperti yang diterapkan di Negara Malaysia atau India.

Nah, semoga bisa menambah wawasan Anda.