Mengatasi Kecanduan Social Media

Inilah akibat buruk dampak kecanduan social dan cara untuk mengatasinya untuk Anda.

American Psychological Association (APA) baru-baru ini melakukan survey tentang social media dan hasilnya hampir setengah dari  kaum milenial atau mereka yang saat ini berusia 18 hingga 37 tahun mengaku bahwa mereka merasa khawatir mengalami kecanduan social media dan menerima akibat negatif bagi kesehatan fisik dan mental akibat kondisi tersebut. Mereka yang disurvey memang aktif menggunakan social media dan setiap tahunnya terus bertambah. Bahkan hampir setengah dari masyarakat Amerika mengatakan bahwa mereka tak dapat membayangkan hidup tanpa smartphone. Ini membuktikan bahwa teknologi memang telah mengubah kehidupan dari banyak orang. Dari mereka yang mengikuti survey diketahui bahwa 9 dari 10 orang mempunyai PC, 74% mempuunyai  smartphone yang dapat mengakses internet, dan 55% orang mempunyai tablet.

Akibat kecanduan social media

Di saat yang sama berbagai riset juga telah membuktikan bahwa penggunaan teknologi mempunyai konsekuensi yang tak terlalu baik bagi kesehatan fisik dan mental. Urutan social media yang paling sering diakses adalah Facebook, kemudian di ranking berikutnya adalah Instagram, lalu Pinterest, dan LinkedIn, sementaraTwitter berada di urutan terakhir. Beberapa orang bahkan tak bisa lepas dari gadget mereka dan secara teratur merasa harus memeriksa pesan, email, dan chat pada akun sosmed mereka. Sesuai riset APA, 1 dekade sejak kemunculan perdana smartphone dan social  media, muncul satu profil kepribadian baru yang disebut constant cheker. Artinya adalah orang yang mempunyai kebiasaan untuk mengecek media social setiap saat.

Orang-orang yang menderita instant cheker ini ternyata mempunyai tingkat stress yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tak terlalu terkoneksi dengan media social dan berbagai perangkat elektronika. Pada urutan ranking dari 1 hingga 10 tingkat kestresan, mereka yang mendapat angka 1 artinya tak mengalami stress sama sekali, dan 10 adalah orang-orang yang luar biasa stress. Generasi milenial dengan definisi yang tercantum di atas ternyata berada pada angka 5.3 dan batas normal tingkat stress adalah 4.4. Seperti yang kita ketahui kondisi psikis yang terganggu atau tertekan lambat laun akan mengganggu kesehatan fisik. Bagaimana cara mengantisipasinya? Inilah beberapa panduan poker online terlepas dari kecanduan media social untuk Anda.

Tips mengatasi  kecanduan social media

Beberapa langkah berikut akan membantu Anda melepaskan kecanduan dari social media

  1. Bertekad – Bulatkan tekad untuk mengobati kecanduan Anda terhadap social media dan berjanjilah kepada diri sendiri agar tak terjerumus lagi setelah sukses mengurangi keterlibatan Anda dengan sosmed.
  2. Puasa mengakses akun sosmed – Selanjutnya, adalah berpuasa membuka akun sosmed Anda terutama yang membuang waktu seperti update status, melihat update status teman-teman, dan sejenisnya. Bila pekerjaan Anda berkaitan dengan sosmed, maka akseslah social media seperlunya  untuk kepentingan pekerjaan.
  3. Melakukan hal yang bermanfaat – Untuk mengisi “kekosongan” setelah Anda berpuasa bermain sosmed, Anda bisa menemukan hobby baru yang lebih bermanfaat, seperti membaca, berolahraga, atau yang lainnya.
  4. Tak membuka ponsel saat sedang berkumpul – Berjanjilah kepada diri sendiri bahwa Anda tak akan membuka ponsel saat sedang berkumpul bersama teman atau keluarga. Coba tularkan kebiasaan ini kepada teman dan kerabat untuk membuat acara berkumpul itu benar-benar berkualitas dengan berkomunikasi secara nyata.
  5. Mengatur waktu online – Aturlah berapa jam Anda boleh mengakses media social dalam sehari, misalnya 1 jam. Ini dapat dilakukan baik secara manual atau dengan bantuan aplikasi.

Nah, selamat mencoba!