Usai Facebook dan Instagram, China Resmi Blokir WhatsApp

Setelah memblokir Facebook sejak tahun 2009 dan dilanjutkan dengan Instagram, kini pemerintah China pun melarang sepenuhnya aplikasi WhatsApp di China.

Di Indonesia sendiri, pengguna aplikasi mengirim pesan WhatsApp memang bisa begitu luar biasa. Dengan kemajuan teknologi yang mendorong perkembangan gadget serta internet, kini warga Tanah Air makin melek teknologi. Beruntunglah wahai publik Nusantara karena pemerintah Indonesia tidak menerapkan aturan ketat. Karena kalau tidak, maka nasib kita akan sama suramnya seperti penduduk China setelah akhirnya WhatsApp diblokir di negeri Tirai Bambu itu.

CNBC melaporkan, pemblokiran ini adalah upaya pemerintah China untuk memperketat pengawasan aplikasi asing di negara mereka. Apalagi WhatsApp menggunakan enkripsi end-to-endyang membuat otoritas Tiongkok tak bisa melihat isi pesan prediksi bola yang dikirimkan antar pengguna. Sebelum menutup total, pemerintah China memblokir layanan mengirim foto dan video di WhatsApp mulai pertengahan 2017. Namun sejak Senin (25/9) awal pekan ini, pengiriman teks juga diblokir sehingga nasib WhatsApp di China sudah berakhir.

Kuatnya Sistem Proteksi Great Firewall

Sebagai negara maju, China memiliki teknologi Great Firewall yang meerupakan istilah umum untuk sistem sensor internet di negara mereka. Great Firewall adalah bagian dari Proyek Perlindungan Emas (Golden Shield Project) alias Proyek Keamanan Kerja Nasional untuk Informasi Publik milik China. Bak Tembok Besar China, Great Firewall akan mengatur regulasi internet di seluruh Tiongkok dengan cara memblokir situs, aplikasi, media sosial, VPN, pesan instan dan sumber online asing yang dianggap tak pantas atau menyerang pemerintah China.

Beberapa konten yang masuk sensor ketat Great Firewall adalah konten porno, kekerasan sampai menyoal materi politik sensitif. Konten politis berbau demokrasi yang mengkritik hal negatif dari Partai Komunis di China pun tak luput dari blokirannya, seperti dilansir CNN. Bahkan kalau ada media sosial asing yang tak menyetujui syarat aturan hukum pemerintah China, harus bersedia ditutup Great Firewall.

Lewat situs Great Firewall of China, pemerintah yang bekerjasama dengan perusahaan internet lokal mengkombinasikan filter kata kunci, daftar hitam alamat IP, DNS poisoning, packet inspection sampai sensor manual dalam teknologinya. Selain memblokir, China juga membatasi para pengguna mengakses internet dengan cara memberikan kecepatan lambat sehingga nantinya mereka akan lebih memilih layanan aman yang disediakan pemerintah.

Ada 8 Aplikasi Lain Diblokir China

Dengan sudah diblokirnya Facebook sejak tahun 2009 dan disusul Instagram sampai akhirnya WhatsApp, maka perusahan Mark Zuckerberg benar-benar kehilangan taji mereka di China. Usaha Mark sampai belajar bahasa Mandarin demi ‘menundukkan’ China pun akan sia-sia belaka. Namun Mark tak sendiri, sejatinya pemerintah China sudah memblokir beberapa aplikasi asing lain di negeri mereka.

Aplikasi yang sudah ditutup di China sebelum WhatsApp adalah Google, Facebook, Instagram, Twitter, Snapchat, Pinterest, Website, iBook dan iTunes Movies yang telah dimatikan. Dan pada akhir Juli kemarin, Apple memutuskan menghapus layanan Virtual Private Network (VPN) di Tiongkok karena dianggap tak mematuhi badan regulasi China.

Keputusan Apple yang tunduk pada tekanan pemerintah China kala itu sempat membuat sejumlah penyedia VPN asing kecewa berat. Karena memang pengguna internet di China sering menggunakan jasa VPN agar bisa menembus larangan akses bandar judi online ke sejumlah situs asing. Apa yang dilakukan Apple ini sempat menuai rumor karena mereka bakal menunjuk salah satu petinggi untuk mengembangkan bisnis di China. Efek pemblokiran ini menjadikan aplikasi lokal berjaya di China. Dengan 513 juta pengguna internet di China, aplikasi seperti Sina Weibo, Renren, Tencent, Douban dan WeChat mampu melesat jadi tuan rumah.